Sabtu, 30 Juli 2011

Cermin, Gelas dan Piring


     Untuk orang yang tinggal di dunia pasti merasa aneh dengan keadaan ini : tumpukan kaca jatuh ke bumi dalam keadaan yang sangat mengerikan, banyak, tajam dan berukuran mikroskopis yang tak satu matapun dapat mengelak darinya, perih, sakit dan pedih bukan main. Fenomena ini belum pernah terjadi di Negara manapun di seluruh dunia sebelum suatu negeri antah berantah mengalaminya dan menjadi headline di berbagai macam surat kabar di hampir seluruh belahan bumi. Banyak orang mengira ini adalah ancaman sekaligus cambuk dari Tuhan atas umatnya yang lalai dan tidak taat pada ajarannya¸ada juga seorang ilmuan gila yang mengatakan serta menjelaskan bahwa ini adalah fenomena yang terjadi akibat dari infasi yang dilakukan makhluk luar angkasa –seperti alien- terhadap bumi manusia. Namun sampai matahari terbenam sampai ke 3 kalinya tak ada yang mampu menyatakan dan menerangkan secara gamblang tentang fenomena –entah alam atau spiritual- ini.
     Keadaan yang mengerikan ini berlanjut dengan terjadinya kerusakan organ mata yang sangat parah pada seluruh manusia yang berada di negeri antah berantah tersebut, mereka tidak mampu melihat satu dengan yang lain, tak mampu melihat matahari terbit dan terbenam serta tidak mampu bekerja sesuai rutinitas mereka. Mereka bingung dan berteriak-teriak entah mereka takut ataupun mereka berdoa pada Tuhan mereka. Keadaan ini lagi-lagi menjadi santapan hangat seluruh media di belahan bumi manapun, negeri antah berabtah yang awalnya tak tercantum pada peta mendadak terkenal dengan title negeri seribu kaca. Tak ada bantuan yang mereka dapat karena seluruh manusia di bumi ini merasa takut untuk hadir, meskipun sebenarnya hati mereka tergerak dan iwa social mereka terketuk tapi keadaan merubah segalanya yang mereka rasakan.
     Hingga hadirlah seorang gadis jelita dengan berani menembus tirani ketakutan yang selama ini menyelimuti seluruh manusia di bumi. Tiada yang tau dari mana asal muasal gadis tersebut sebelumnya. Ia rela menyerahkan seluruh jiwanya untuk membantu seluruh warga negeri yang mengalami kebutaan tersebut. Ia membantu semua pekerjaan setiap orang entah pria maupun wanita setiap hari tanpa mempedulikan kebutuhannya, mereka menyebutnya Gadis Kaca, ia seperti sayap untuk seekor kupu-kupu, kelopak pagi setangkai bunga mawar dan matahari yang terbit  untuk dunia ini setiap hari. Tapi, sebagai manusia yang memiliki hikmat akal budi mereka tak serta merta mempercayai sosok tersebut, banyak yang beranggapan bahwa ia adalah seorang makhluk yang tidak berasal dari dunia ini, ada pula seorang pastur yang menganggap ia adalah jelmaan seorang malaikat yang memang diutus Tuhan untuk membantu manusia. Entah, orang menganggap apa sosok gadis kaca ini tapi ia telah menunjukkan pada dunia bahwa kasih sayang dan keberanian yang ia berikan telah membuka dan mengetuk pintu hati setiap manusia tentang arti hidup yang sebenarnya.
     Namun keberanian dan kebaikan seorang gadis kaca tak berlangsung lama di dunia ini, ia harus berlalu dan kembali kepada empunyanya yang memberikan kesempatan baginya untuk membantu sesamanya dan mengajarkan hakikat kita sebagai manusia di dunia ini. Gadis kaca hadir sebagai cermin bagi kita umat yang disebut manusia untuk mengerti bagaimana sebenarnya kita sesungguhnya, ia juga sebagai gelas serta piring yang memang berguna dan digunakan oleh manusia sehari-hari. Ia memang benar seorang malaikat, malaikat dunia, malaikat manusia

                                                                                                -dolerictus-

3 komentar:

  1. nice story :) suka cara kamu memilih dan menyusun kata-kata

    BalasHapus
  2. sepertinya @be_none harus wasapada dan siap2 tersingkir dari Kompas. well, kalau tulusan ini memang ditujukan sebagai essay semacam oase, sebagai penuli pemula, doller cukup menghentak. keep writting.

    BalasHapus